SELAMAT DATANG DI WEBSITE UNIT PENGELOLA BUDIDAYA AIR TAWAR PUNTEN

DINAS PERIKANAN DAN KELAUTAN PROVINSI JAWA TIMUR

IKAN MAS PUNTEN

UNIT PENGELOLA BUDIDAYA AIR TAWAR PUNTEN, BATU

IKAN MAS PUNTEN

UNIT PENGELOLA BUDIDAYA AIR TAWAR PUNTEN, BATU

UPBAT Punten Batu

UNIT PENGELOLA BUDIDAYA AIR TAWAR PUNTEN

Unit Pengelola Budidaya Air Tawar Punten

UNIT PENGELOLA BUDIDAYA AIR TAWAR PUNTEN

Minggu, 16 Maret 2014

PEMILIHAN INDUK KOI




 INDUK KOI BETINA                       INDUK KOI JANTAN

                                    


KOLAM PEMIJAHAN



Minggu, 09 Maret 2014

PEMBENIHAN IKAN NILA


PENDAHULUAN
Bentuk badan ikan nila agak pipih ke samping dan tampak kekar. Bentuk kepalanya relatif lancip dan bentuk punggungnya agak membusur. Mulutnya terletak di ujung moncong dan tampak sedikit menojol dengan hiasan berwarna putih kekuningaan disekeliling pupilnya.
Sirip punggungnya berukuran panjang dan ujungnya melewati pangkal ekor. Sirip punggung ini terdiri dari jari-jari keras di bagian depan dan jari-jari lemah di bagian belakangnya. Sirip ekornya berbentuk seperti kipas, sedangkan sirip duburnya berbentuk lancip yang ujung melebihi pangkal ekor.
Ikan dari keluarga Cichlidae ini sanggub hidup di daerah yang berada  0 - 1.000 meter dari permukaan laut. Suhu perairan yang diinginkannya adalah 25 – 30 0 C. Ikan nila ternyata sangat responsive terhadap pemberian pakan buatan berupa pellet.

 
II. SELEKSI INDUK
                Calon induk diperoleh dengan seleksi sejumlah ikan yang cepat pertumbuhannya hasil dari suatu kegiatan pembesaran. Untuk membedakan jenis kelamin ikan dapat dilakukan dengan memperhatikan sifat-sifat sekundernya yaitu :

Jantan

  • Bentuk tubuh relatif lebih tinggi
  •  Alat kelamin berupa benjolan lebih memanjang dan meruncing serta pada ujungnya terdapat satu lubang tempat mengeluarkan urin dan sperma 
  • Ikan jantan yang matang gonad pada ujung siripnya berwarna merah dan ekor terlihat lebih tua warnanya.

 Betina  
lat kelamin berupa tonjolan
   membundar yang mempunyai  2
   lubang masing-masing untuk
   pengeluaran urin dan telur.
·  Bentuk tubuh lebih rendah atau lebih
   memanjang.




Tanda - tanda induk jantan dan betina berkwalitas baik adalah sehat, bentuk badan normal, sisik besar dan tersusun rapi, kepala relatif kecil dibandingkan dengan badan, gerakan lincah, serta respon terhadap pakan tambahan.

PEMIJAHAN
                Induk dapat dipijahkan / dikawinkan setelah berumur 5 - 6 bulan dengan berat per ekor 150 - 250 gr untuk ikan betina dan   200 - 300 gr untuk ikan jantan. Setelah ikan dipijahkan akan siap memijah kembali 2 - 6 minggu kemudian. Masa produktif berkisar   1,5 - 2 tahun.

Persiapan kolam
-        Dasar kolam dikeringkan, tanah dibajak dan diratakan dengan kemiringan 0,5 % kearah pintu keluar air.



-        Setelah 5 - 7 hari  diberi pupuk kandang 500 - 700gr/ m2, kapur    50 - 100 gr/ m2
-          Pada pintu pemasukan air dipasang saringan kawat kasa. Masukan air sampai 0,5 m dan dibiarkan tergenang selama    5 – 7 hari
-       Induk ikan siap dimasukkan kolam. Pemijahan dimulai dengan pembuatan sarang oleh induk jantan berupa lekukan/lingkaran dengan garis tengah 40 - 60 cm
-          Ikan betina meletakkan telur disarang setelah dibuahi induk jantan, induk betina mengumpulkan telur-telurnya didalam mulut kemudian meninggalkan sarang. Sementara itu ikan jantan tetap menjaga sarang.
-          Jika ada induk betina lain yang matang telur, induk jantan dapat melakukan pemijahan dengan induk tersebut


Cara pemijahan
Ada beberapa cara pembenihan ikan nila sesuai kondisi lahan

a)        Cara Pembenihan I
Petak pemijahan yang luasnya 1/4 kali luas kolam pembenihan terpisah dari kolam pendederan dengan sekat bambu yang hanya dapat dilalui benih ikan. Sekat bambu yang dimaksudkan untuk mempermudah penangkapan induk tanpa mengganggu benih ikan dan tempat pendederan. Langkah selanjutnya adalah :
-         Masukkan induk dengan kepadatan 1 ekor tiap 1 - 2 m2, perbandingan jumlah induk jantan dan betina adalah 1 : 2 atau    1 : 3
-         2 minggu kemudian dalam petak pendederan akan terlihat benih-benih ikan, selanjutnya induk-induk ditangkap dan dikembalikan ke kolam induk
-         Pemeliharaan benih dilanjutkan selama satu bulan, selama masa pemeliharaan benih diberi pakan tambahan berupa dedak halus atau pellet halus.

b)        Cara Pembenihan II
Kegiatan pemijahan dan pendederan I membutujkan kolam yang terpisah. Langkah selanjutnya adalah :
-         Masukkan induk-induk dengan kepadatan 1 ekor tiap 1 - 2 m2. Perbandingan jumlah induk jantan dan betina 1 : 2 atau 2 : 3. Dua minggu kemudian benih-benih ikan sudah terlihat berenang di tepi kolam
-         Benih ikan ditangkap dengan seser dan dipindahkan ke kolam pendederan yang sudah disiapkan seminggu sebelumnya
-         Sebulan setelah penebaran benih, dilakukan pembongkaran, induk dikembalikan ke kolam induk dan benih dipindahkan ke kolam pendederan
c)       Cara Pembenihan III
Kolam pemijahan juga berfungsi sebagai kolam pendederan I dan waktunya kurang lebih lama dari kedua cara diatas. Kegiatan pembenihan cara ini adalah :
-           Masukkan induk dengan kepadatan 1 ekor tiap 5 - 7 m2 , perbandingan jumlah jantan dan betina 1 : 3
-           Sebulan kemudian dilakukan pemanenan benih dengan cara menurunkan air
-           Setalah penangkapan benih maksimal, air dinaikkan lagi seperti semula dan dipupuk ulang dengan TSP dan Urea masing-masing  5 gr/m2
-           Dua minggu kemudian dilakukan pemanenan benih seperti di atas, setelah itu air kolam dinaikkan kembali.
-           Pemanenan total benih dan induk dilakukan dua minggu kemudian.

IV.            Pendederan Lanjutan
Sebelum benih dari pendederan I ditebar, kolam harus dipersiapkan seperti diatas. Kolam dibiarkan tergenang selama 5 - 7 hari, kemudian benih ditebar dengan kepadatan 50 - 75 ekor / m2  untuk brnih ukuran 3 - 5 cm (pendederan II) sedang benih ukuran           5 - 8 cm kepadatannya 25 - 50 ekor / m2 (pendederan III). Lama pemeliharaan sekitar 1 bulan, setiap hari diberi pakan tambahan. Penangkapan benih II dan III masing-masing mencapai ukuran               5 - 12 cm  dan  8 - 15 cm.


 





















V.         PEMBESARAN




018.JPG

Pembesaran ikan Nila di kolam tanah terdiri dari beberapa kegiatan yaitu :
1.        Persiapan kolam
Persiapan kolam meliputi pengolahan dasar, pemupukan, pengapuran hingga penggenangan air selama 5 - 7 hari sebelum ikan ditebar.
2.       Penebaran benih
Padat penebaran benih ikan nila adalah sebagai berikut :
-          Berat ikan 20 - 30 gr/ekor  padat penebarannya 10 - 20 ekor/m2
-          Berat ikan 50 - 60 gr/ekor  padat penebarannya 5 - 10 ekor/m2
3.       Pemberian pakan
Ikan Nila diberi pakan pellet dengan kadar protein  25 – 30 % diberikan 2 - 3 kali sehari.

PEMBENIHAN IKAN MAS


Kegiatan pembenihan ikan terdiri dari : Seleksi Induk, pemijahan, penetasan telur, perawatan larva dan pendederan dan pemanenan. Pembenihan ini berbeda untuk tiap-tiap jenis ikan yang dibudidayakan. Berikut pembenihan ikan tombro/ mas yang sudah dikenal dan banyak dibudidayakan petani.

1.    SELEKSI INDUK
Kualitas benih yang dihasilkan sangat ditentukan kualitas induk yang dipijahkan.
 Ciri-ciri  induk ikan yang baik adalah :
-     Sehat dan tidak cacat
-     Badan tebal dan punggung tinggi
-     Pangkal ekor kuat dan normal
-     Sisik besar dan tersusun rapi
-     Lubang anus agak ke belakang lebih mendekat ke ekor
Calon induk diperoleh melalui seleksi benih unggul sejak ukuran 3 - 5 cm. Induk ikan yang baik umurnya tidak lebih dari 3,5 tahun, dipijahkan tidak lebih dari enam kali. Induk betina dapat dipijahkan setelah mencapai umur 1,5 tahun dengan berat 1,5-2 kg, induk jantan sudah mencapai umur 8 bulan - 1 tahun dengan berat lebih kurang 0,75 kg.

2. PEMIJAHAN
Tanda-tanda induk ikan siap memijah :
Betina :
-       Gerakannya lamban
-       Perut membesar kearah belakang, bila diraba terasa lunak
-       Lubang genital kemerahan
-       Malam hari sering meloncat -loncat

Jantan :
 Jika perutnya diurut akan mengeluarkan sperma be-warna putih.

Tahap Pemijahan :
-     Kolam pemijahan dikeringkan, dipasang hapa ukuran 2 x 1,5 x 1 m
-     Masukkan kakaban (ijuk yang dijepit bambu) ukuran 1,5 x 0,4 m. Satu ekor induk betina berat 3 kg membutuhkan 8 kakaban.
-     Pasang saringan dari kawat kasa pada pintu pemasukan air
-     Masukkan air sampai ketinggian 0,75 - 1 meter
-     Masukkan induk ikan jantan dan betina siap mijah dengan perbandingan berat   1 : 1
-     Ikan akan memijah pada tengah malam hingga menjelang pagi.

3. PENETASAN
Telur - telur ikan dapat ditetaskan di kolam penetasan atau hapa. Kegunaan hapa adalah untuk melindungi telur ikan dari predator dan untuk memudahkan pemanenan benih. Kegiatan penetasan telur adalah sbb :
-     Siapkan kolam penetasan yang dipasang hapa
-     Isi dengan air sampai 20 cm di bawah permukaan hapa. Air tidak boleh keruh dan harus mengandung oksigen tinggi ( 6 - 8 ppm)
-     Angkat kakaban dari kolam pemijahan dan bersihkan dari lumpur
-     Pasang kakaban pada kolam penetasan dan diberi pemberat hingga tenggelam ± 5 cm di bawah permukaan air
-     Aliran air jangan terlalu deras
-   Telur akan menetas 3 - 4 hari tergantung suhu.

4. PERAWATAN LARVA
Dua hari setelah telur menetas atau larva sudah lepas dari kakaban, angkat kakaban lalu dikeringkan
Siapkan makanan benih berupa larutan (suspensi) kuning telur, caranya :
 ·  Bungkus kuning telur ayam dalam kain halus
    · Remas-remas bungkusan tsb. dengan sedikit air   (± 1/4 liter untuk 1 butir telur)
    · Pakan diberikan 5 x sehari. Satu butir telur per-hari untuk 100.000 benih.
Perawatan larva di dalam hapa berlangsung hingga benih berumur 4 - 5 hari. Selanjutnya benih disebut lepas hapa.

5. PENDEDERAN
Persediaan pakan alami yang sesuai dengan bukaan mulut larva/benih ikan sangat menentukan kelangsungan hidupnya mengingat pada tahap ini larva belum begitu aktif mencari makan. Makanan yang sesuai adalah plankton. Untuk menumbuhkan plankton perlu disiapkan sbb :
-  Keringkan kolam, tanah dasar kolam dicangkul dan diratakan dengan kemiringan 0,5%  kearah pintu pengeluaran air. Pematang yang bocor diperbaiki.
-  Setelah 5 - 7 hari diberi pupuk kandang 500 - 700 gr/m²
-  Kapur diberikan  50 - 100 gr/m²
-  Masukkan air hingga ketinggian  0,75 - 1 meter, dibiarkan selama 3 - 5 hari
-  Semprotkan insektisida dengan dosis 2-4 ppm  atau 4 ml / m3  air
-  Setelah 3 - 5 hari benih dapat ditebar di kolam (pendederan I) dengan kepadatan 200 - 400 ekor / m²
-  Setelah benih berumur 10 hari benih diberi pakan tambahan berupa dedak halus sebanyak 25 gr/ 10.000 ekor benih

Pendederan I selama 2 minggu dan benih berukuran 1 - 3 cm kemudian dipindah ke kolam Pendederan II.

FUNGSI DAN TUGAS





Sebagai salah satu Unit Kerja Dinas Perikanan  maka Instalasi Budidaya Air Tawar Punten Batu mempunyai fungsi dan tugas :

  1. Penyusunan rencana dan pelaksanan kegiatan budidaya/perbenihan serta penyebaran teknologi budidaya air tawar 
  2. Pelaksanaan  distribusi perbenihan dan budidaya perikanan air tawar 
  3. Pelaksanaan pembinaan, pelatihan dan kaji terap teknologi perbenihan dan budidaya air tawar kepada pembudidaya dan petugas teknis lapangan 
  4. Pelaksaaan ketatausahaan dan rumah tangga 
  5. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas